BRISBANE, AUSTRALIA - Seorang koki asal Italia, Davide Tamburella, kehilangan pekerjaannya di sebuah restoran di Brisbane, Australia, setelah bersikeras menolak permintaan manajemen untuk menyajikan pizza dengan topping nanas. Baginya, menambahkan buah tropis itu ke atas pizza adalah sebuah penghinaan terhadap budaya kuliner Italia.
Insiden ini mencuat ke publik setelah Tamburella mengajukan gugatan ke Komisi Hubungan Kerja Australia (Fair Work Commission) atas tuduhan pemecatan yang tidak adil. Dalam putusan yang dirilis Selasa lalu, komisi tersebut mengungkap bahwa Tamburella telah tiga kali menolak menggunakan nanas pada pizza dalam empat tahun terakhir. Ia bahkan sempat meminta bosnya untuk memeriksa betapa pentingnya bagi orang Italia untuk tidak mencampurkan nanas dengan pizza.
Namun, konflik ini bukan sekadar soal selera makan. Manajemen restoran La Costa yang kini telah tutup itu juga melayangkan serangkaian keluhan lain terhadap Tamburella, mulai dari penggunaan bahasa kasar, gaya komunikasi yang buruk, hingga insiden pemukulan pada rel tangga logam yang menyebabkan tulang tangannya retak pada April lalu. Pihak restoran juga menghentikan proses sponsor visa yang diharapkan Tamburella untuk menjadi penduduk tetap.
Ironisnya, restoran tersebut berada di Queensland, wilayah yang dikenal sebagai jantung produksi nanas di Australia. Daerah ini bahkan memiliki landmark ikonik 'The Big Pineapple', replika nanas fiberglass setinggi 16 meter yang menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto.
Gugatan Tamburella akhirnya kandas karena dianggap terlambat diajukan. Meski begitu, ia kini telah bekerja di restoran lain di Brisbane. Menariknya, pengecekan media menemukan bahwa menu di restoran barunya tersebut tidak mencantumkan pizza nanas sama sekali.