Ketegangan politik di Pakistan kembali memuncak. Wilayah Khyber Pakhtunkhwa, yang dikenal sebagai basis massa kuat Imran Khan, kini dilanda bentrokan hebat antara demonstran dan aparat kepolisian. Pemicunya adalah keputusan pemerintah pusat yang memberlakukan keadaan darurat dan aturan gubernur di wilayah tersebut.
Pemerintah berdalih, langkah darurat ini diambil karena pemerintah daerah dinilai gagal menindak tegas militan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) yang kian meresahkan. Namun, kebijakan ini memicu kemarahan warga setempat. Mereka turun ke jalan dan bentrok dengan polisi. Akibatnya, aparat melepaskan tembakan yang melukai setidaknya lima orang pengunjuk rasa.
Analisis & Dampak: Situasi ini menempatkan Pakistan dalam posisi sulit. Di satu sisi, pemerintah pusat berupaya menunjukkan otoritasnya dalam memberantas terorisme. Namun di sisi lain, tindakan represif ini berisiko memperlebar jurang pemisah antara pemerintah dan masyarakat di provinsi tersebut, serta memicu instabilitas politik yang lebih luas menjelang pemilu.