Drama seputar niat Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membeli Greenland nampaknya mulai mereda. Setelah sebelumnya mengancam bakal mengenakan tarif pada negara-negara Eropa yang menentang keinginannya, kini Trump tiba-tiba membatalkan ancaman tersebut.
Keputusan mengejutkan ini datang pada hari Rabu, menyusul kesepakatan 'kerangka kerja' yang tercapai antara Trump dan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte. Perjanjian ini berfokus pada masa depan Greenland dan wilayah Arktik yang strategis.
Sebelumnya, rencana Trump untuk mengambil alih Greenlandāsebuah wilayah otonom milik Denmarkāmenuai banyak kontroversi dan penolakan keras dari berbagai pihak, termasuk negara-negara di Eropa. Ancaman tarif pun sempat dilontarkan sebagai respons atas penolakan tersebut, memicu kekhawatiran akan eskalasi perang dagang.
Namun, dengan adanya 'kerangka kerja' kesepakatan ini, tampaknya ketegangan tersebut akan mereda. Detail lebih lanjut mengenai isi kesepakatan ini masih belum dirilis, namun isyarat ini menunjukkan adanya langkah maju dalam diplomasi AS terkait wilayah Kutub Utara yang kaya sumber daya dan memiliki nilai geopolitik tinggi.
Apakah ini berarti Trump telah membatalkan total keinginannya untuk membeli Greenland, ataukah ini hanyalah langkah awal menuju negosiasi yang lebih kompleks? Publik tentu menunggu penjelasan lebih lanjut dari Gedung Putih.