Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang dikenal sebagai politikus sayap kanan ekstrem, kini menjadi magnet bagi generasi muda Israel. Fenomena ini menjadi sorotan menjelang pemilihan umum (Pemilu) Israel yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Dulu, pandangan politik Ben-Gvir dianggap terlalu ekstrem bahkan oleh militer Israel sendiri, yang menolaknya saat wajib militer 30 tahun lalu. Namun, lanskap politik Israel telah berubah drastis.
Dalam kampanyenya, Ben-Gvir kerap dikelilingi oleh pendukung muda yang antusias. Di pasar Ramle, sebuah kota campuran Yahudi-Arab, ia menyerukan pentingnya partisipasi pemilih muda. Dukungan ini signifikan karena lebih dari setengah juta pemilih baru akan memberikan suara mereka, dan survei menunjukkan bahwa lebih dari 16% di antaranya berencana mendukung partai sayap kanan seperti Jewish Power milik Ben-Gvir atau Religious Zionism.
Sentimen ini diperkuat oleh survei Channel 12 yang menyebutkan hampir tiga perempat pemilih muda mengidentifikasi diri sebagai 'kanan' atau 'tengah-kanan'. Isu keamanan menjadi faktor utama, terutama bagi mereka yang merasa trauma dengan serangan 7 Oktober 2023. Bagi para pendukung muda ini, Ben-Gvir dianggap sebagai simbol kekuatan dan perlindungan, meskipun pandangannyaāseperti aneksasi Tepi Barat dan emigrasi sukarela warga Palestinaāseringkali menuai kecaman dari kubu liberal dan komunitas internasional.