Pernyataan Slot ini muncul setelah Vinicius Junior menuduh pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan kalimat rasis padanya dalam laga playoff Liga Champions pekan lalu. Insiden ini sempat membuat pertandingan terhenti selama 11 menit, mengikuti protokol anti-rasisme FIFA. Kendati pihak Benfica, Prestianni, dan manajer mereka menyangkal tuduhan tersebut, Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) menyatakan sedang meninjau kejadian ini.
"Secara umum, kita tidak pernah bisa mengatakan sudah cukup. Kita selalu bisa berbuat lebih untuk memastikan rasisme dalam sepak bola tidak pernah terjadi lagi," kata Slot kepada wartawan. Ia menambahkan, "Sebagai komunitas sepak bola, kita harus mencoba berbuat lebih banyak dari apa yang dilakukan masyarakat. Mungkin itu tidak terlalu sulit, sih."
Ini bukan kali pertama Vinicius Junior menjadi target rasisme, menunjukkan bahwa masalah ini masih mengakar kuat dan seringkali gagal ditangani secara tuntas. Protokol yang ada memang penting sebagai langkah awal, namun desakan Slot menyoroti perlunya tindakan proaktif dan sanksi yang lebih tegas, bukan hanya respons pasif. Edukasi menyeluruh dan akuntabilitas suporter serta klub menjadi kunci agar insiden serupa tidak terus berulang. Keberanian Slot sebagai manajer papan atas untuk bersuara lantang bisa menjadi pemicu perubahan signifikan.
Di sisi lain, Slot juga sempat membahas persiapan timnya menjelang laga tandang Liga Primer melawan Nottingham Forest. Ia memperkirakan Forest akan tampil berbeda di bawah manajer baru mereka, Vitor Pereira. "Kami hanya punya malam ini untuk melihat apakah manajer baru ini mengubah personel," ujar Slot, merujuk pada pertandingan Forest di Liga Europa. Ia juga mengabarkan, bek Jeremie Frimpong masih absen akhir pekan ini, sementara Joe Gomez siap diturunkan jika dibutuhkan. Slot optimis dengan perkembangan timnya, yang kini berada di posisi keenam klasemen dengan 42 poin, menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, terutama dalam kebugaran dan situasi bola mati.