Venezuela bikin gebrakan besar! Presiden Interim Delcy Rodriguez baru saja menandatangani undang-undang reformasi yang membuka pintu privatisasi sektor minyak negara, sebuah langkah dramatis mengingat sektor ini telah dinasionalisasi puluhan tahun. Keputusan ini disetujui Majelis Nasional yang didominasi partai sosialis hanya dalam hitungan jam.
Langkah ini tak lepas dari tekanan keras pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat. Sejak mantan pemimpin Nicolas Maduro 'diculik' oleh militer AS pada 3 Januari lalu dan kini mendekam di penjara New York, AS gencar mendesak Rodriguez untuk membuka keran investasi asing di sektor minyak Venezuela. Bahkan, Trump sempat mengancam Rodriguez akan menanggung 'harga yang sangat mahal' jika menolak.
Detail undang-undang baru ini menunjukkan perubahan signifikan. Perusahaan swasta kini bisa memegang kendali atas penjualan dan produksi minyak Venezuela. Selain itu, sengketa hukum terkait minyak wajib diselesaikan di luar pengadilan Venezuela, sebuah tuntutan lama dari perusahaan asing yang meragukan independensi sistem hukum di sana. Batas royalti pemerintah juga ditetapkan maksimal 30 persen.
Bersamaan dengan penandatanganan UU ini, pemerintahan Trump langsung mengumumkan pelonggaran sebagian sanksi yang membatasi penjualan minyak Venezuela. Departemen Keuangan AS kini mengizinkan transaksi terbatas bagi pemerintah dan PDVSA (perusahaan minyak negara) untuk kegiatan lifting, ekspor, penjualan, hingga transportasi minyak. Padahal, sebelumnya seluruh sektor minyak Venezuela berada di bawah sanksi berat AS sejak 2019.
Kebijakan baru ini jelas dirancang untuk menarik investor asing yang sebelumnya enggan menanam modal. Bagi masyarakat Venezuela, privatisasi ini berpotensi mendatangkan investasi dan memperbaiki ekonomi yang porak-poranda, namun juga berisiko mengurangi kedaulatan negara atas sumber daya alam utamanya serta potensi pendapatan negara. Intervensi AS yang dimulai dengan 'penculikan' Maduro memicu kritik tajam tentang pelanggaran kedaulatan, dan langkah privatisasi ini seolah menjadi bukti kuat tekanan eksternal. Venezuela sendiri menasionalisasi sektor minyaknya pada tahun 1970-an dan semakin dikendalikan negara di era Hugo Chavez (2007). Perubahan haluan ini menandai era baru yang penuh ketidakpastian dan pertanyaan besar tentang masa depan ekonomi dan politik Venezuela.