PERANG BINTANG SEPAK BOLA DI LAGA BRONZE FINAL - Berita Dunia
← Kembali

PERANG BINTANG SEPAK BOLA DI LAGA BRONZE FINAL

Foto Berita

Jakarta - FIFA resmi mengubah sebutan perebutan tempat ketiga Piala Dunia menjadi 'Bronze Final' atau Final Perunggu. Laga yang mempertemukan Prancis vs Inggris ini akan berlangsung di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, pada Sabtu (26/7) pukul 21.00 GMT atau Minggu pagi WIB.

Meski sering dianggap sebagai pertandingan 'hiburan' bagi tim yang gagal ke final, nyatanya laga ini punya dampak besar—terutama dalam perebutan Sepatu Emas (Golden Boot). Saat ini, Lionel Messi (Argentina) memimpin daftar pencetak gol dengan 8 gol dan 4 assist. Namun, Kylian Mbappe (Prancis) mengancam dengan 8 gol dan 3 assist, sementara Harry Kane dan Jude Bellingham (Inggris) sama-sama mengoleksi 6 gol. Karena gol di laga perebutan tempat ketiga tetap dihitung resmi, peta persaingan pencetak gol terbanyak bisa berubah drastis dalam 90 menit.

Secara historis, laga ini pertama kali digelar pada Piala Dunia 1934. Prancis punya rekor bagus dengan dua kemenangan dari tiga partai 'bronze' (1958 dan 1986). Sebaliknya, Inggris selalu kalah dalam dua kesempatan sebelumnya (1990 dan 2018). Selain gengsi, tim yang finis di posisi ketiga juga mendapat bonus hadiah lebih besar 2 juta dolar AS dibandingkan peringkat keempat.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengakui kekecewaan timnya usai kalah di semifinal, tapi menegaskan akan berjuang habis-habisan. Sementara itu, pelatih Inggris, Thomas Tuchel, menyebut tidak ada satu pun pemain yang ingin berada di posisi ini, tetapi mereka tetap profesional. Dari sisi penyelenggara, laga ini menjadi 'bantalan' jadwal antara semifinal dan final, sekaligus mendongkrak pendapatan tiket dan sponsor bagi FIFA serta kota tuan rumah.

Analisis Dampak: Pertandingan ini bukan sekadar 'pelipur lara'. Bagi para pemain muda, ini panggung membuktikan diri. Bagi penggemar, ini tontonan kelas dunia tanpa beban. Namun, risiko cedera pemain bintang menjelang musim klub baru juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi manajer di Liga Inggris dan Eropa.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook