JAKARTA - Partai African National Congress (ANC) yang berkuasa di Afrika Selatan mengalami pukulan telak dalam pemilihan lokal terbaru. Berdasarkan penghitungan suara mencapai 99 persen, perolehan suara ANC merosot tajam menjadi hanya 31 persen secara nasional. Hasil ini menjadi pukulan berat bagi Presiden Cyril Ramaphosa karena menurun sekitar 14 poin persentase dibandingkan pemilu lokal sebelumnya.
Pesaing utama mereka, Democratic Alliance (DA), menempel ketat dengan 25 persen suara. Sementara itu, partai mantan Presiden Jacob Zuma, uMkhonto weSizwe, mencuri perhatian dengan meraup sekitar 10 persen suara di posisi ketiga. Fragmentasi suara ini membuat ANC gagal meraih mayoritas mutlak di delapan wilayah metropolitan utama, termasuk pusat ekonomi Johannesburg dan ibu kota Pretoria.
Kegagalan ini memaksa ANC untuk menjalani negosiasi koalisi yang alot dengan partai lain dalam 14 hari ke depan. Sekretaris Jenderal ANC, Fikile Mbalula, secara blak-blakan menyebut hasil ini sebagai 'bencana' bagi partainya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memohon-mohon jabatan dalam koalisi, melainkan akan melakukan introspeksi atas kepercayaan publik yang hilang.
Penurunan elektabilitas ANC ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan masyarakat selama bertahun-tahun. Publik menilai partai berkuasa gagal memberantas korupsi dan mengatasi pengangguran yang kini menembus angka 34 persen. Selain itu, buruknya layanan dasar seperti pasokan air dan listrik yang sering mati turut menjadi penyebab utama pemilih berpaling. Di Johannesburg sendiri, DA memimpin dengan 35 persen suara, membuka peluang bagi kandidat mereka, Helen Zille, untuk menduduki kursi wali kota jika koalisi terbentuk.