California, AS – Sebuah pesawat pengebom strategis B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara AS (USAF) jatuh sesaat setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Edwards, California. Insiden ini diduga menewaskan delapan awak yang berada di dalam pesawat.
Pesawat yang tengah menjalani misi uji coba rutin itu dilaporkan mengalami kecelakaan di area terpencil di sekitar pangkalan. Hingga saat ini, tim penyelamat masih melakukan pencarian dan evakuasi. Penyebab pasti jatuhnya pesawat masih dalam penyelidikan awal.
B-52 Stratofortress merupakan tulang punggung armada bomber AS yang sudah beroperasi sejak era Perang Dingin. Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden paling mematikan yang melibatkan pesawat jenis ini dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data dari media AS, kecelakaan terakhir B-52 terjadi pada tahun 2016 di Guam, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Dampak dari insiden ini tidak hanya mengguncang internal militer AS, tetapi juga menyoroti risiko tinggi dalam misi uji coba penerbangan. Bagi publik, kecelakaan ini menimbulkan pertanyaan soal keselamatan penerbangan militer dan perawatan armada tua seperti B-52 yang masih diandalkan hingga 2050 mendatang.