Pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa negosiasi resmi mengenai program nuklir Iran akan dimulai setelah penandatanganan nota kesepahaman (framework agreement) pada 19 Juni mendatang. Juru bicara Gedung Putih menegaskan bahwa dokumen yang akan ditandatangani itu hanyalah kerangka kesepakatan awal, bukan perjanjian damai final.
Dalam pernyataannya, pejabat AS menyebut bahwa keringanan sanksi terhadap Iran akan dikaitkan langsung dengan hasil inspeksi dan verifikasi fasilitas nuklir Teheran. Ini menjadi poin krusial karena selama ini Iran kerap menolak akses penuh bagi inspektur internasional.
Analisis: Kesepakatan ini berpotensi meredakan ketegangan di Timur Tengah, namun masih menyisakan keraguan. Jika negosiasi berhasil, harga minyak global bisa stabil dan risiko konflik regional menurun. Namun, jika Iran tetap bermain mata, AS bisa kembali menjatuhkan sanksi berat yang justru memperburuk ekonomi global. Media lain menyoroti bahwa Israel dan Arab Saudi masih skeptis terhadap itikad baik Iran.