BANGKOK - Ratu Thailand, Suthida, mencatatkan sejarah baru dengan melakukan penerbangan solo pertamanya menggunakan jet tempur. Aksi heroik ini berlangsung pada 8 Oktober di sebuah lapangan udara di Provinsi Surat Thani, Thailand selatan.
Dalam momen tersebut, Ratu Suthida terlihat memasuki kokpit jet tempur Gripen. Sementara itu, Raja Maha Vajiralongkorn memantau aksinya langsung dari daratan. Istana Kerajaan Thailand menyatakan bahwa Ratu Suthida bukanlah pilot sembarangan. Sejak mulai terbang pada tahun 2010, ia telah mengumpulkan sekitar 1.188 jam terbang dengan berbagai jenis pesawat.
Selain menerbangkan jet tempur, Ratu Suthida juga pernah menjadi co-pilot pesawat yang membawa Raja dalam kunjungan resmi ke luar negeri. Kemampuan ini menunjukkan kapasitasnya yang mumpuni di dunia aviasi, sekaligus memperkuat citra keluarga kerajaan yang dekat dengan teknologi militer.
Analisis Dampak: Aksi ini tidak hanya sekadar demonstrasi keterampilan pribadi, tetapi juga simbol kekuatan dan modernitas monarki Thailand. Bagi masyarakat, berita ini menjadi tontonan inspiratif yang menunjukkan bahwa perempuan dapat berperan aktif di bidang yang selama ini didominasi laki-laki, seperti penerbangan militer. Hal ini juga dapat meningkatkan popularitas keluarga kerajaan di mata publik, terutama di kalangan generasi muda yang mengagumi prestasi non-tradisional.