Perang yang berkepanjangan di Gaza membuat para ibu semakin sulit memberikan ASI kepada bayi mereka. Setelah lebih dari tiga tahun konflik berkepanjangan, kondisi ini menciptakan krisis kemanusiaan yang mengancam generasi baru.
Menurut laporan Al Jazeera, para perempuan di Gaza kini menghadapi tiga masalah besar sekaligus: kekurangan gizi, pengungsian yang tidak menentu, dan akses layanan kesehatan yang sangat terbatas. Kondisi ini membuat produksi ASI mereka menurun drastis, bahkan banyak yang tidak bisa menyusui sama sekali.
Dampak bagi Masyarakat:
Krisis ini bukan hanya soal gizi bayi, tetapi juga masa depan generasi Gaza. Bayi yang tidak mendapat ASI berisiko mengalami stunting, gangguan perkembangan otak, dan sistem imun yang lemah. Situasi ini diperparah dengan blokade yang menghambat masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk susu formula dan suplemen gizi untuk ibu menyusui.
Organisasi kesehatan internasional memperingatkan bahwa jika situasi ini berlanjut, akan terjadi lonjakan angka kematian bayi dan ibu di Gaza. Para aktivis kemanusiaan mendesak agar akses bantuan ke wilayah tersebut segera dibuka tanpa syarat.