Konflik bersenjata yang kembali memanas antara pemerintah Yaman dan kelompok Houthi memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Badan migrasi PBB (IOM) melaporkan lebih dari 200.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka hanya dalam kurun waktu lima minggu terakhir.
Kondisi ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade di Yaman, yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terburuk di dunia. Lembaga bantuan internasional mengaku sangat khawatir dengan kecepatan perpindahan penduduk ini, karena semakin mempersulit akses bantuan kemanusiaan bagi jutaan orang yang membutuhkan.
Para pengamat menilai situasi ini bisa terus memburuk jika gencatan senjata tidak segera terwujud, mengingat keterbatasan operasional lembaga bantuan di lapangan akibat keamanan yang tidak stabil.