Para pemimpin negara-negara Amerika Latin menyuarakan kritik tajam terhadap kebijakan Amerika Serikat dalam KTT ke-10 Komunitas Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC) yang digelar di Bogota, Sabtu lalu. Pertemuan ini menjadi panggung bagi mereka untuk menegaskan sikap regional terhadap isu-isu global yang mendesak.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, dalam kesempatan itu secara tegas menyerukan gencatan senjata segera di Timur Tengah. Menurut Petro, langkah ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya krisis ekonomi global yang lebih parah dan, bahkan, potensi perang dunia. Pernyataan ini menunjukkan kekhawatiran mendalam para pemimpin CELAC akan dampak konflik jauh yang bisa merembet ke seluruh dunia.
Sikap CELAC yang mengkritik ASāmeskipun rincian kritik tidak disebutkan secara spesifikāseringkali berkaitan dengan pandangan mengenai intervensi politik atau kebijakan ekonomi AS yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan kedaulatan dan stabilitas regional Amerika Latin. Hal ini mencerminkan keinginan kuat kawasan tersebut untuk memiliki suara yang lebih mandiri di kancah internasional.
Tuntutan gencatan senjata di Timur Tengah dari forum CELAC memperlihatkan bahwa konflik di satu belahan dunia dapat menciptakan efek domino. Para pemimpin khawatir jika tidak ada perdamaian, rantai pasok global dan stabilitas pasar energi akan terus terganggu, yang pada akhirnya memukul perekonomian negara-negara berkembang, termasuk di Amerika Latin. Ini bukan sekadar isu kemanusiaan, melainkan juga pertaruhan besar bagi masa depan ekonomi dan politik dunia.