KONFLIK EKSEKUSI LIVE PENEMBAK FORT HOOD - Berita Dunia
← Kembali

KONFLIK EKSEKUSI LIVE PENEMBAK FORT HOOD

Foto Berita

Wakil Presiden AS, JD Vance, baru-baru ini menyatakan keraguannya terkait rencana Pentagon yang ingin menayangkan eksekusi mati Nidal Hasan secara langsung (livestream). Hasan, mantan mayor Angkatan Darat AS, divonis hukuman mati karena menembak mati 13 tentara di Fort Hood pada 2009 silam.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Vance mengaku tidak yakin rencana tersebut akan benar-benar terlaksana. Ia bahkan menegaskan tidak akan menonton siaran tersebut jika benar terjadi. Meski begitu, Vance menyebut aksi Hasan sebagai salah satu serangan teror terburuk di tanah AS setelah 9/11.

Rencana eksekusi ini mencuri perhatian karena akan menjadi eksekusi militer pertama dalam lebih dari 60 tahun terakhir. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bersikeras bahwa eksekusi harus disiarkan agar publik memahami konsekuensi serius dari kejahatan tersebut. Namun, gagasan ini memicu gelombang kritik keras dari berbagai pihak.

Senator dari Partai Republik, John Curtis, memperingatkan bahwa eksekusi publik bisa merusak peradaban dan dianggap sebagai tontonan darah. Senada dengan itu, Senator Demokrat Chris Murphy menyebut ide ini menjijikkan dan mirip dengan aksi kelompok ISIS. Kritik juga datang dari Konferensi Uskup Katolik AS dan Kantor HAM PBB yang menilai siaran langsung ini melanggar larangan penyiksaan dan merendahkan martabat manusia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook