AMBISI TRUMP REBUT GREENLAND, DUNIA DI UJUNG TANDUK - Berita Dunia
← Kembali

AMBISI TRUMP REBUT GREENLAND, DUNIA DI UJUNG TANDUK

Foto Berita

DAVOS – Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, yang mempertemukan para pemimpin global, ternyata tak hanya membahas isu-isu ekonomi biasa. Diam-diam, ada satu topik yang sukses jadi sorotan utama dan memicu ketegangan diplomatik: Greenland. Ya, pulau raksasa di Lingkaran Arktik ini mendadak menjadi pusat perhatian karena ambisi mantan Presiden AS, Donald Trump.

Bukan rahasia lagi, ketertarikan Trump untuk mengakuisisi Greenland, sebuah wilayah otonom milik Denmark dan anggota NATO, memang bukan isapan jempol belaka. Situasi makin panas ketika ancaman sanksi tarif baru yang menyapu bersih, bahkan gagasan untuk mengambil Greenland secara militer, sempat menggegerkan pasar saham global.

Dalam sebuah pengarahan media di Gedung Putih, yang menandai satu tahun inaugurasi periode keduanya saat itu, Trump menegaskan bahwa Greenland "sangat penting untuk keamanan nasional dan dunia." Tak main-main, ia mengancam sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Finlandia. Mereka akan menghadapi tarif 10 persen untuk semua barang mulai 1 Februari, yang akan naik menjadi 25 persen pada Juni, kecuali jika mereka mendukung usulan pengambilalihan wilayah otonom Denmark tersebut.

Ancaman ini datang di tengah peringatan dari para pemimpin Eropa yang berkumpul di Davos. Mereka khawatir bahwa sengketa ini berisiko memicu perang dagang dan bahkan keretakan dalam aliansi NATO, sebuah organisasi pertahanan yang sangat vital.

Lantas, mengapa Greenland begitu diincar? Greenland adalah pulau terbesar di dunia, sebagian besar terletak di dalam Lingkaran Arktik, antara Samudra Arktik dan Atlantik. Secara geografis, ia adalah bagian dari Amerika Utara, tepatnya di timur laut Kanada dan barat Islandia. Namun, secara politik, ia adalah wilayah otonom Kerajaan Denmark.

Sekitar 80 persen wilayah Greenland diselimuti lapisan es raksasa, yang merupakan lapisan es terbesar kedua di Bumi. Karena sebagian besar wilayah dalamnya tidak dapat dihuni, mayoritas penduduk Greenland tinggal di sepanjang garis pantai. Ibu kota Nuuk, yang terletak di pantai barat daya, adalah kota terbesar di Greenland, rumah bagi sekitar sepertiga dari total 56.000 penduduk pulau itu.

Lingkaran Arktik sendiri adalah garis imajiner pada 66,5 derajat lintang utara yang mencakup Kutub Utara. Delapan negara, termasuk Kanada, Finlandia, Greenland, Islandia, Norwegia, Rusia, Swedia, dan Amerika Serikat, memiliki wilayah daratan di dalam kawasan ini. Beberapa negara Arktik bahkan sangat berdekatan. Greenland dan Kanada, misalnya, hanya terpisah 26 km pada titik tersempit di Selat Nares. Bahkan, mereka berbagi perbatasan darat teknis di Pulau Hans, sebuah batuan kecil yang kini dibagi dua setelah sengketa puluhan tahun.

Rusia dan AS juga bertetangga, dengan Alaska dan Rusia dipisahkan oleh Selat Bering yang hanya sekitar 85 km pada titik tersempitnya. Bahkan, jika menghitung Kepulauan Diomede di Selat Bering, jarak antara Rusia dan AS kurang dari 4 km. Pulau-pulau kecil berbatu ini terdiri dari Big Diomede (milik Rusia) dan Little Diomede (bagian dari Alaska), yang dipisahkan oleh Garis Penanggalan Internasional, menciptakan perbedaan waktu 21 jam.

Semua ini menunjukkan betapa strategisnya Lingkaran Arktik, dan Greenland adalah permata di tengahnya, yang ambisi perebutannya bisa mengguncang stabilitas global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook