Ketegangan antara Sudan dan Ethiopia memanas setelah tuduhan serius dilontarkan. Pemerintah Sudan resmi mengadukan Ethiopia ke Dewan Keamanan PBB dan Uni Afrika. Tudingannya? Ethiopia diduga kuat menjadi markas peluncuran serangan drone mematikan yang menghantam infrastruktur sipil di Sudan.
Dalam laporan intelijen militer dan Kementerian Luar Negeri Sudan, terungkap bahwa antara Februari hingga Oktober, terjadi 70 serangan drone yang diluncurkan dari wilayah Ethiopia. Frekuensi serangan justru makin gencar di bulan Oktober dengan 97 drone. Akibatnya, lebih dari 90 persen pembangkit listrik di kota-kota Sudan lumpuh total. Korban jiwa pun berjatuhan, dengan catatan 484 warga sipil dan 176 tentara Sudan tewas.
Serangan ini diduga kuat dilakukan oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang memanfaatkan wilayah Ethiopia sebagai basis peluncuran. Panglima RSF dikabarkan menggunakan Bandara Asosa dan pangkalan udara Bahir Dar sebagai titik luncur. Situasi ini memicu perdebatan sengit di dalam tubuh militer Sudan (SAF). Sebagian pihak mendesak agar Sudan menyatakan perang terbuka terhadap Ethiopia.
Dampak kemanusiaan dari konflik ini sangat memilukan. Sekitar 13 juta orang telah mengungsi, dan ribuan lainnya terancam kelaparan. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinan mendalam dan mengecam keras penggunaan drone yang menyebabkan korban jiwa besar di kalangan warga sipil.