Jakarta, CNN Indonesia — Badan sepak bola dunia, FIFA, tengah menjadi sorotan tajam. Kejaksaan Agung New York dan New Jersey, Amerika Serikat, resmi meluncurkan penyelidikan terhadap FIFA. Lembaga hukum AS itu menuding FIFA melakukan praktik curang dalam penjualan tiket Piala Dunia 2026.
Poin utama tuduhan ini adalah dugaan 'penggelembungan harga secara artifisial' dan 'menyesatkan penggemar'. Laporan investigasi mengungkap, banyak fans yang mengeluh soal lokasi tempat duduk yang tidak sesuai. FIFA diduga sengaja menahan tiket kategori 'depan' yang lebih mahal, lalu merilisnya setelah penjualan awal tiket murah habis. Praktik ini jelas merugikan dan membuat fans kecewa.
Menariknya, Presiden FIFA Gianni Infantino justru membela kebijakan ini. Pada awal Mei lalu, ia berdalih harga tinggi itu mencerminkan antusiasme publik yang 'benar-benar gila'. Namun, hingga saat ini FIFA enggan berkomentar lebih lanjut soal penyelidikan hukum tersebut.
Analisis Dampak: Kasus ini bukan cuma soal uang. Jika terbukti bersalah, FIFA bisa kehilangan kepercayaan publik secara massal. Reputasi mereka yang sudah sempat tercoreng skandal korupsi sebelumnya akan kembali terpuruk. Bagi masyarakat, ini jadi pelajaran untuk lebih kritis terhadap praktik penjualan tiket event besar. Ke depannya, kita mungkin akan melihat tuntutan transparansi yang lebih ketat dari federasi olahraga global.