Di balik jabat tangan hangat antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping dalam KTT BRICS bulan lalu, kenyataan di lapangan berkata lain. Panglima Pasukan Polisi Perbatasan Indo-Tibet (ITBP), Shatrujeet Kapur, baru-baru ini mengungkap bahwa pasukannya masih terlibat dalam beberapa konfrontasi langsung dengan tentara China di sepanjang perbatasan yang belum disepakati di Arunachal Pradesh.
Konfrontasi ini bukan sekadar insiden kecil. Laporan dari kelompok masyarakat sipil setempat sejak empat bulan lalu menyebutkan bahwa pasukan China semakin gencar melakukan intrusi dan menghalangi patroli India. Situasi ini menjadi ujian berat bagi citra 'strongman' Modi, yang selama ini dikenal tegas soal keamanan nasional. Meski pemerintah India belum memberikan konfirmasi resmi terkait detail insiden terbaru, tekanan politik jelas meningkat.
Menariknya, pendekatan diplomatik kedua negara justru terdorong oleh faktor eksternal: perang dagang yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump. Kedua negara dengan senjata nuklir ini terpaksa mendekat secara ekonomi, namun masalah perbatasan sepanjang 3.500 km tetap menjadi bom waktu. Publik India kini menanti bukti nyata, apakah thaw diplomatik ini mampu menghentikan 'cubitan' di perbatasan, atau justru sebaliknya.