Persaingan memperebutkan trofi Ballon d'Or 2026 semakin memanas menjelang upacara penganugerahan di London Palladium, London, Inggris, pada Senin (waktu setempat). Ini menjadi kali pertama ajang bergengsi sepak bola dunia tersebut digelar di Britania Raya.
Nama Lamine Yamal, Kylian Mbappe, dan Harry Kane menjadi tiga kandidat terkuat yang mendominasi perbincangan publik. Yamal, wonderkid Spanyol berusia 19 tahun, dan Mbappe yang merupakan juara Piala Dunia 2018, secara terbuka telah menyatakan keyakinan mereka untuk membawa pulang trofi. Sementara Kane, kapten timnas Inggris, memilih tampil rendah hati dan tidak berkampanye untuk dirinya sendiri.
Lembaga analisis data dan kecerdasan buatan asal Prancis, Avisia, merilis prediksi yang menempatkan Yamal sebagai favorit dengan probabilitas 23 persen. Winger Barcelona itu diprediksi kuat menyabet gelar pemain terbaik musim 2025-26. Kane menyusul di posisi kedua dengan 21 persen, disusul Mbappe dan Rodri yang masing-masing 19 persen. Lionel Messi melengkapi lima besar dengan peluang 18 persen untuk meraih trofi kesembilannya.
Menariknya, pandangan bandar taruhan berbeda. Mereka justru menempatkan Kane sebagai favorit utama dengan peluang sekitar 70 persen. Dukungan untuk masing-masing kandidat pun mengalir dari rekan setim dan legenda sepak bola. Jude Bellingham mendukung Kane, sementara Anthony Gordon memuji Yamal sebagai pemain di level berbeda. Diego Simeone dan Marco Materazzi justru menilai Messi masih layak menang di usia 38 tahun.
Dari sisi statistik individu, Mbappe unggul sebagai top skor La Liga dengan 25 gol dan top skor Liga Champions dengan 15 gol. Ia juga meraih Sepatu Emas Piala Dunia dan mencatat rekor gol terbanyak di Piala Dunia dengan 12 gol. Sementara Kane mencetak 73 gol luar biasa sepanjang musim. Data statistik ini menjadi pertimbangan penting bagi juri dalam menentukan pemenang.
Dampak bagi masyarakat: Ajang Ballon d'Or selalu menjadi magnet perhatian penggemar sepak bola global, termasuk di Indonesia. Persaingan tiga nama besar ini diprediksi memicu gelombang diskusi di media sosial, meningkatkan antusiasme terhadap liga-liga Eropa, dan mendorong penjualan merchandise klub terkait. Bagi industri media, momen ini menjadi peluang besar untuk konten interaktif seperti polling dan prediksi pemenang.