PROGRAM ANJING PENYELAMAT BANFF DIPENSIUNKAN, WARGA KANADA MARAH - Berita Dunia
← Kembali

PROGRAM ANJING PENYELAMAT BANFF DIPENSIUNKAN, WARGA KANADA MARAH

Foto Berita

Program pencarian dan penyelamatan menggunakan anjing pelacak di Taman Nasional Banff, Kanada, resmi dihentikan bulan ini setelah 55 tahun beroperasi. Keputusan Parks Canada ini memicu kemarahan publik karena dianggap mengorbankan keselamatan pengunjung demi efisiensi anggaran.

Scott Ward, 73 tahun, mantan handler anjing penyelamat selama 17 tahun, mengaku syok mendengar kabar tersebut. Selama bertugas, ia dan anjingnya pernah menemukan anak hilang di hutan lebat Banff dan menyelamatkan pria patah kaki yang hampir meninggal akibat hipotermia. "Kami kehilangan sumber daya keselamatan publik dan staf yang sangat besar," ujarnya, seperti dikutip BBC.

Parks Canada beralasan pemangkasan ini bagian dari modernisasi penegakan hukum dan operasi SAR akan tetap berjalan lewat cara lain. Namun keputusan ini datang di tengah pemangkasan anggaran besar-besaran pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney, yang juga menyebabkan ratusan karyawan Parks Canada akan dirumahkan.

Petisi yang dimulai anggota parlemen Konservatif William Stevenson telah mengumpulkan lebih dari 5.000 tanda tangan dalam beberapa hari. Stevenson menilai pemotongan ini salah sasaran. "Bagaimana mungkin mereka membuat pilihan buruk seperti ini?" katanya.

Anjing terakhir program ini, Leroy, seekor German Shepherd, pensiun Agustus lalu setelah tujuh tahun bertugas membantu melacak 156 orang dan menemukan 57 orang hilang. Negara lain seperti Italia masih mengandalkan "avalanche dogs" untuk misi serupa di pegunungan.

Analisis dampak: Banff menerima lebih dari 4 juta pengunjung per tahun dan dikenal sebagai salah satu medan paling ekstrem di Kanada. Tanpa anjing pelacak, operasi SAR berpotensi lebih lambat dan berisiko bagi petugas, terutama saat mencari korban longsor salju di musim dingin. Keputusan ini juga menjadi preseden sensitif di tengah gelombang pemangkasan layanan publik Kanada.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook