Kota Zaporizhzhia di Ukraina kembali menjadi sasaran serangan udara Rusia. Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas, termasuk tiga anak-anak, setelah lima bom glide menghantam bangunan tempat tinggal di kawasan tersebut pada Sabtu pagi. Serangan ini juga melukai belasan orang dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang masih berlangsung hingga kini.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan tersebut. Ia menyebut bahwa selain Zaporizhzhia, 13 wilayah lain di Ukraina juga terkena serangan semalaman. "Respons kami terhadap serangan Rusia ini akan datang," tegas Zelensky dalam pernyataannya. Ia juga menyoroti bahwa serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan impor solar dari Rusia ke Amerika Serikat, sebuah kebijakan yang dianggap Zelensky sebagai "hadiah" bagi Vladimir Putin dan investasi dalam perang yang seharusnya dihentikan.
Data dari PBB menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: jumlah korban sipil di Ukraina melonjak 55% pada delapan bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Serangan terhadap infrastruktur energi juga terus meningkat setiap musim dingin sejak invasi besar-besaran Rusia dimulai pada 2022. Zaporizhzhia sendiri merupakan kota strategis dengan populasi lebih dari 700.000 jiwa, terletak hanya 16 kilometer dari garis depan, dan menjadi target rutin drone serta rudal Rusia.