Gelombang serangan udara Rusia yang terjadi sepanjang malam hingga Rabu pagi waktu setempat telah menelan korban jiwa yang signifikan di wilayah tengah dan timur Ukraina. Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas dalam insiden yang oleh Presiden Volodymyr Zelensky disebut sebagai salah satu serangan paling keji selama konflik berlangsung.
Dampak paling parah terjadi di kota Pryluky, wilayah Chernihiv. Sebuah gedung apartemen lima lantai dilaporkan hancur total akibat hantaman rudal. Otoritas kepolisian setempat memperbarui data korban menjadi sembilan orang tewas, setelah tim penyelamat menemukan jasad tiga anak di bawah reruntuhan. Proses evakuasi masih terus berlangsung hingga saat ini untuk mencari kemungkinan korban selamat yang masih terjebak.
Selain Pryluky, serangan juga menghantam sejumlah kota besar lain seperti Kyiv, Dnipro, Kremenchuk, Zaporizhzhia, dan Oleksandriya. Di Dnipro dan Kremenchuk, rudal Rusia merusak sejumlah gedung bertingkat dan menewaskan dua orang. Sementara itu, dua korban jiwa lainnya dilaporkan di ibu kota Kyiv dan Oleksandriya. Polisi Ukraina mengunggah foto sebuah rudal Iskander Rusia yang tidak meledak (unexploded) yang jatuh di area permukiman padat penduduk di Kyiv.
Zelensky menyatakan bahwa Rusia meluncurkan total sekitar 70 rudal dalam serangan kali ini. Ia menuding serangan tersebut sebagai 'hadiah ulang tahun' yang keji untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang genap berusia 74 tahun pada Rabu. Dalam pernyataannya, Zelensky menegaskan bahwa infrastruktur energi menjadi salah satu target utama Rusia, seiring dengan janji Moskow untuk meningkatkan intensitas serangan setelah Ukraina menyerang fasilitas energi di wilayah Rusia.
Sebagai bentuk balasan, Zelensky mengklaim pasukan Ukraina telah menyerang empat target di wilayah Perm, Samara, dan Astrakhan dalam 24 jam terakhir, termasuk dua fasilitas minyak dan sebuah tempat latihan militer. Ia juga menyebut adanya 'respons di Laut Hitam', meskipun tidak merinci lebih lanjut. Pemerintah Rusia sendiri belum memberikan komentar resmi terkait serangan terbaru ini.