Pemerintah Pakistan telah meluncurkan skema bantuan bahan bakar khusus yang menjangkau lebih dari 9,5 juta orang. Program ini memberikan potongan harga bensin sebesar 100 rupee per liter kepada pengendara motor, bajaj, dan mobil kecil melalui sistem pesan teks.
Langkah ini diambil untuk meredam dampak kenaikan harga BBM yang melonjak hampir 50 persen sejak konflik dengan Iran dimulai. Meski begitu, sejumlah ekonom menilai skema ini belum sepenuhnya menyentuh kelompok yang paling membutuhkan.
Menteri Teknologi Informasi, Shaza Fatima Khawaja, menjelaskan bahwa pendaftaran kini digratiskan dan syarat kepemilikan kendaraan dilonggarkan. Namun, ekonom Safiya Aftab menyoroti adanya pungutan pajak sebesar 114 rupee per liter yang dianggap memberatkan.
Di lapangan, pekerja seperti Shakeel Ahmed mengaku bantuan ini terasa kurang signifikan bagi mereka yang mengonsumsi BBM dalam jumlah besar setiap hari untuk mencari nafkah.