Industri bourbon Kentucky yang bernilai miliaran dolar setiap tahunnya kini terpuruk akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Kanada. Kondisi ini menjadi sorotan menjelang pemilihan sela AS (midterms), karena Kentucky selama ini dikenal sebagai basis Partai Republik.
Al Jazeera melaporkan bahwa pekerja bourbon dan pemilih di Kentucky mulai mempertanyakan dampak kebijakan perdagangan terhadap mata pencaharian mereka. Ketegangan dagang dengan Kanada membuat ekspor bourbon terhambat, produksi melambat, dan lapangan kerja terancam.
Analisis: Karena bourbon menyumbang miliaran dolar dan menyerap banyak tenaga kerja di Kentucky, isu ini berpotensi menggeser preferensi politik warga. Pemilih yang biasanya loyal ke Republik bisa mempertimbangkan ulang dukungan mereka jika industri lokal terus melemah. Selain itu, perang dagang AS-Kanada juga memicu kekhawatiran lebih luas soal stabilitas rantai pasok dan harga produk di pasar global.