JAKARTA - Indonesia tengah menghadapi musim kebakaran hutan terburuk dalam satu dekade terakhir. Kabut asap beracun dilaporkan telah mencekik jutaan warga di wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya, bahkan menyebar hingga ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Laporan tim BBC yang berada langsung di lokasi mengungkap bahwa krisis ini diperparah oleh kebakaran lahan gambut. Berbeda dengan kebakaran hutan biasa, api di lahan gambut membakar material organik yang terkubur di bawah tanah, membuatnya sangat sulit dipadamkan dan menghasilkan asap tebal dalam jumlah masif.
Dampak bagi masyarakat sangat fatal. Selain gangguan pernapasan akut akibat udara yang tidak sehat, aktivitas sehari-hari lumpuh total. Di beberapa wilayah, langit bahkan berubah warna menjadi oranye pekat akibat filtrasi sinar matahari oleh partikel asap, memicu kepanikan warga karena minimnya jarak pandang dan cahaya.
Analisis singkat: Krisis tahunan ini bukan sekadar bencana alam, melainkan momok struktural yang merugikan kesehatan publik dan stabilitas ekonomi regional. Kesulitan pemadaman lahan gambut menunjukkan perlunya penegakan hukum keras terhadap praktik pembakaran lahan ilegal serta investasi jangka panjang dalam restorasi gambut, bukan sekadar pemadaman reaktif saat api sudah membesar.