Polisi di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, baru saja menggerebek sindikat perdagangan daging kucing. Dalam operasi besar-besaran ini, mereka menyita lebih dari 400 ekor kucing yang diduga hasil curian. Ironisnya, puluhan ekor di antaranya ditemukan tewas dalam kondisi mengerikan di dalam boks styrofoam berisi es.
Operasi ini bermula dari penyelidikan atas maraknya pencurian hewan peliharaan di kota tersebut. Polisi kemudian menangkap sembilan tersangka dan menemukan 45 kandang berisi kucing hidup serta empat kontainer berisi bangkai kucing. Para tersangka mengaku sudah tiga tahun terakhir menjalankan aksinya di berbagai wilayah Vietnam selatan.
Lembaga kesejahteraan hewan internasional, Humane World for Animals, menyebut penggerebekan ini sebagai 'pengingat keras' akan besarnya perdagangan daging kucing di Vietnam. Meski konsumsi daging kucing dan anjing legal di negara itu, praktik pencurian hewan peliharaan untuk dipotong menjadi masalah besar. Pemerintah Vietnam sendiri dikabarkan sedang merevisi undang-undang untuk memberikan perlindungan lebih bagi hewan peliharaan, mengikuti langkah Korea Selatan yang melarang konsumsi daging anjing pada 2024.
Bagi masyarakat, kasus ini membuka mata bahwa perdagangan ilegal hewan peliharaan bukan hanya soal kekejaman terhadap hewan, tapi juga kejahatan terorganisir yang meresahkan. Banyak keluarga kehilangan anggota kesayangannya tanpa jejak. Operasi ini setidaknya membawa secercah harapan, di mana puluhan kucing berhasil diselamatkan dan dikembalikan ke pemiliknya yang menangis haru.