RUU IMIGRASI AS LOLOS, DANA BALLROOM TRUMP DICORET - Berita Dunia
← Kembali

RUU IMIGRASI AS LOLOS, DANA BALLROOM TRUMP DICORET

Foto Berita

Washington, DC – Senat Amerika Serikat akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pembahasan RUU imigrasi yang sempat mandek. Keputusan ini diambil setelah Partai Republik setuju untuk mencopot alokasi dana sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 16 triliun) yang sedianya digunakan untuk pembangunan ballroom baru di Gedung Putih.

Dana sebesar itu awalnya diminta oleh Presiden Donald Trump untuk meningkatkan sistem keamanan Secret Service di area ballroom. Permintaan ini muncul setelah terjadi insiden penembakan di sebuah hotel tempat Trump menghadiri acara amal pada April lalu. Trump beralasan ballroom baru diperlukan untuk acara kenegaraan dan pembaruan fasilitas keamanan, serta berulang kali menyatakan proyek itu akan dibiayai dari sumbangan pribadi.

Dalam pemungutan suara pada Rabu waktu setempat, 53 senator setuju untuk melanjutkan RUU yang menyediakan dana sekitar 72 miliar dolar AS untuk lembaga imigrasi, termasuk ICE dan Patroli Perbatasan. Partai Demokrat sebelumnya menolak keras penggabungan dana ballroom ke dalam RUU imigrasi, dan aturan Senat pun mendukung penolakan tersebut.

Analisis Dampak: Keputusan ini merupakan pukulan telak bagi ambisi Trump untuk membangun ballroom mewah di sayap timur Gedung Putih yang telah dihancurkan. Meski begitu, nasib proyek tersebut masih belum jelas. Yang pasti, kelanjutan RUU imigrasi ini menjadi angin segar bagi lembaga penegak hukum imigrasi yang selama ini kekurangan dana. Namun, perdebatan sengit masih akan berlangsung di Senat sebelum akhirnya disahkan.

Menariknya, drama ini tidak berhenti di ballroom. Dalam proses negosiasi, Departemen Kehakiman juga menarik usulan kontroversial untuk dana kompensasi sebesar 1,8 miliar dolar bagi korban 'penyalahgunaan kekuasaan pemerintah'. Kritik keras dari Partai Republik menyebut dana itu sebagai 'amplop suap' untuk sekutu Trump, termasuk para perusuh Capitol pada 6 Januari 2021. Meskipun ditarik, Trump sendiri mengisyaratkan ide itu belum mati total.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook