JAKARTA - Sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru kompak mengeluarkan peringatan keras bagi warganya. Mereka diminta untuk menghindari perjalanan ke Arab Saudi menyusul serangkaian serangan udara yang menghantam bandara di kerajaan tersebut.
Australia dan Selandia Baru menjadi yang terbaru dalam memberikan imbauan ini. Pemerintah Australia secara spesifik meminta warganya menghindari Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan mempertimbangkan ulang perjalanan ke bandara lain. Sementara itu, Selandia Baru melarang warganya ke wilayah Najran, Jazan, dan Asir.
Peringatan ini muncul setelah serangan bertubi-tubi dari kelompok Houthi yang menargetkan infrastruktur vital. Insiden terbaru pada Minggu (sebelumnya) menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya di Riyadh. Sehari sebelumnya, serangan mematikan menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Akibatnya, Bandara King Khalid dan Bandara King Fahd di Dammam terpaksa ditutup, menyebabkan kekacauan jadwal penerbangan di Timur Tengah dengan ratusan penerbangan dibatalkan dan tertunda.
Analisis Dampak: Penutupan bandara utama ini tidak hanya berdampak pada sektor penerbangan sipil, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi regional dan rantai pasok global. Para analis penerbangan menilai bahwa eskalasi ini bisa memicu kenaikan harga tiket dan premi asuransi perjalanan ke kawasan Timur Tengah dalam jangka pendek.