Yerusalem, Palestina - Warga di komunitas Ras al-Ahmar, Lembah Jordan, Tepi Barat, kini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sejak pertengahan September, militer Israel membangun penghalang beton dan parit yang memotong akses keluar-masuk desa. Akibatnya, sekitar 50 keluarga yang tinggal di sana mengalami krisis air bersih dan pakan ternak.
Saeed Ayed, seorang peternak setempat, mengungkapkan bahwa 15.000 ekor ternak milik warga terancam mati karena tidak ada pasokan air dan makanan selama berhari-hari. "Kami benar-benar terkepung. Ternak tidak bisa bertahan hidup tanpa air dan makanan selama ini," ujarnya kepada Al Jazeera.
Warga terpaksa nekat menembus blokade dengan membawa air dan pakan menggunakan keledai pada malam hari untuk menghindari patroli tentara Israel. Situasi ini juga berdampak fatal pada akses kesehatan. Warga lanjut usia kesulitan mendapatkan perawatan medis, sementara penyakit menular mulai mewabah di kandang ternak. Tim dokter hewan tidak bisa masuk untuk mengobati hewan yang sakit, menyebabkan kematian massal pada hewan ternak.
Selain itu, 51 anak sekolah terpaksa putus sekolah selama dua minggu terakhir karena kendaraan jemputan tidak bisa menjangkau desa. Penghalang militer sepanjang 20 km ini dibangun dengan alasan keamanan, namun warga menilai ini adalah upaya sistematis untuk mengusir mereka dari tanah leluhur yang telah mereka tempati sejak tahun 1970-an.