Setelah 18 tahun lamanya vakum, Festival Basant yang melegenda di Lahore, Pakistan, kini kembali menyapa. Kembalinya pesta layangan tradisional ini sontak memicu euforia dan menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi lokal, dengan perputaran uang miliaran rupiah yang langsung terasa di berbagai sektor bisnis.
Festival Basant, yang secara historis menandai datangnya musim semi, merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Punjab, baik di India maupun Pakistan. Namun, sejak tahun 2007, perayaan akbar ini dilarang karena maraknya kecelakaan fatal akibat benang layangan berlapis bahan kimia dan insiden saat mengejar layangan. Pelarangan tersebut menghentikan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun, bahkan sejak era Mughal, khususnya di area kota tua Lahore seperti Gerbang Mochi yang kini kembali ramai.
Kini, keputusan pemerintah untuk menghidupkan kembali Basant telah memicu lonjakan aktivitas ekonomi yang signifikan. Pedagang layangan melaporkan penjualan yang mencapai hampir satu miliar rupee Pakistan (sekitar Rp 55 miliar) hanya untuk layangan dan benangnya saja. Hasnain Khalid (17) dan sepupunya, Noman Tariq (27), menjadi contoh betapa antusiasnya masyarakat; mereka menghabiskan lebih dari Rp 100 juta untuk membeli 200 layangan dalam seminggu terakhir.
Mohammad Amir Rafique Sheikh, juru bicara Asosiasi Penerbang Layang-layang Seluruh Pakistan, optimis bahwa festival tiga hari ini akan menghasilkan miliaran rupee bagi perekonomian lokal. Tidak hanya penjualan layangan, sektor lain seperti hotel, katering, hingga penyewaan atap rumah di sekitar situs bersejarah seperti Masjid Badshahi dan Benteng Lahore juga ikut meraup untung besar. Beberapa atap strategis bahkan disewakan dengan harga fantastis, mencapai Rp 140 juta hingga Rp 230 juta untuk perayaan kali ini. Ini menunjukkan betapa besarnya potensi ekonomi dan budaya yang selama ini terpendam.
Kembalinya Basant bukan sekadar festival, melainkan juga simbol kebangkitan warisan budaya yang sempat terhenti. Meski sempat diwarnai kontroversi terkait keselamatan, gairah masyarakat dan dorongan ekonomi yang luar biasa ini menjadi bukti kuat akan pentingnya menjaga tradisi sekaligus mendorong roda perekonomian lokal.