DERITA KELUARGA DI BALIK GUGURNYA PARA PEJUANG YAMAN - Berita Dunia
← Kembali

DERITA KELUARGA DI BALIK GUGURNYA PARA PEJUANG YAMAN

Foto Berita

Konflik berkepanjangan di Yaman tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga menghadirkan krisis ekonomi yang menghimpit keluarga para pejuang yang gugur. Di Sanaa, iring-iringan kendaraan pengangkut jenazah pejuang Houthi kerap melintas, diiringi lagu 'Syuhada Kami adalah Kebanggaan Kami' menuju pemakaman. Pemerintah Yaman melaporkan lebih dari 16.100 anggota Houthi tewas atau terluka sejak awal Oktober, sementara serangan rudal balasan Houthi di Shabwa menewaskan puluhan tentara pemerintah.

Di balik penghormatan singkat di pemakaman, keluarga yang ditinggalkan harus bergulat dengan realitas pahit. Akram (23), warga Sanaa, kehilangan adiknya Abdulaziz yang gugur di Dhubab dua bulan setelah direkrut. Sebelumnya, keduanya bekerja sebagai buruh harian dan menyatukan penghasilan untuk menghidupi enam anggota keluarga. Kini, Akram harus menanggung beban sendirian. Ia mengibaratkan dirinya sebagai 'burung dengan satu sayap' yang harus memikul tanggung jawab besar.

Beban ekonomi semakin berat dengan naiknya harga BBM sebesar 10 persen di wilayah utara Yaman yang dikuasai Houthi. Kenaikan ini memicu lonjakan harga kebutuhan pokok, termasuk air dan listrik. Akram menegaskan, status sebagai keluarga syuhada tidak memberikan keringanan dalam membayar tagihan. 'Mau keluarga syuhada atau bukan, tetap harus bayar atau mati kelaparan,' ujarnya. Eskalasi konflik antara pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran ini pun semakin mengancam ketahanan pangan dan stabilitas kemanusiaan di Yaman.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook