Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tiba di Oslo, Norwegia, pada Selasa untuk melakukan pembicaraan kritis dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff. Pertemuan ini digelar saat hubungan antara Kyiv dan Washington tengah memanas, terutama setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial yang menyarankan Ukraina segera menggelar pemilu presiden baru.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre mengungkapkan bahwa Zelensky secara pribadi meminta Oslo dan Finlandia memfasilitasi pertemuan dengan AS dan sekutu Eropa. Menurut Støre, tujuan utama pertemuan ini adalah meluruskan hubungan ke 'jalur yang lebih konstruktif' dan memastikan perang berakhir secara diplomatis dengan perdamaian yang adil dan abadi.
Ketegangan semakin memuncak setelah penasihat teknis militer Zelensky, Serhii Beskrestnov, menuduh AS menahan informasi intelijen yang berharga. Ia mengklaim kelangkaan peringatan dini dari AS menyebabkan korban jiwa di pihak Ukraina. Tudingan ini langsung dibantah keras oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menyebutnya sebagai tuduhan 'skandal' dan 'keterlaluan'.
Dalam pertemuan di Oslo, Witkoff dijadwalkan didampingi menantu Trump, Jared Kushner, secara virtual, serta sejumlah perwakilan Eropa termasuk Presiden Finlandia Alexander Stubb dan pejabat dari Inggris, Polandia, Prancis, Jerman, Uni Eropa, hingga NATO. Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan harapan agar pertemuan dengan utusan AS tersebut dapat segera terwujud, mengingat Rusia sangat menghargai upaya mediasi dari negosiator Amerika.
Analisis Dampak: Pertemuan ini menjadi momen krusial bagi masa depan bantuan militer AS ke Ukraina. Jika hubungan memburuk, pasokan senjata vital seperti rudal Patriot dan akses jaringan Starlink bisa terancam, yang berdampak langsung pada kemampuan pertahanan warga sipil Ukraina. Di sisi lain, keterlibatan aktif negara-negara Eropa dalam perundingan ini menunjukkan upaya kolektif untuk mengurangi ketergantungan pada keputusan politik AS yang fluktuatif.