Lamine Yamal sedang menjadi sorotan dunia sepak bola. Winger muda Barcelona itu kini membidik trofi Ballon d'Or, penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola. Jika berhasil, ia akan menjadi remaja pertama yang memenangkan award tersebut sepanjang 70 tahun sejarahnya.
Musim 2025-26 menjadi bukti kualitas Yamal. Ia baru saja membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026, hanya beberapa hari setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Prestasi itu melengkapi gelar La Liga bersama Barcelona, di mana ia mencetak 22 gol dan 15 assist dalam 38 penampilan liga.
Meski sempat dibayangi cedera saat debut Piala Dunia dengan torehan satu gol dan satu assist, performa Yamal di level klub jauh lebih moncer. Ia menjadi motor utama keberhasilan Barcelona mempertahankan gelar domestik dan menambah koleksi Piala Super Spanyol.
Menurut para bandar taruhan, Yamal masuk tiga besar kandidat Ballon d'Or 2026 bersama Harry Kane (Bayern Munich) dan Kylian Mbappe (Real Madrid). Persaingan tahun ini disebut yang terketat dalam beberapa dekade terakhir.
Percaya diri tinggi, Yamal bahkan menyebut Mbappe sebagai satu-satunya saingan berat. "Bagi saya, Mbappe dan saya adalah dua pemain terbaik di dunia. Jujur, saya rasa tahun ini saya layak mendapatkannya karena apa yang sudah saya menangkan," ujarnya kepada Movistar Plus.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengaku lebih suka Yamal tidak bicara soal Ballon d'Or. Namun ia menerima sikap itu sebagai bagian dari kepercayaan diri sang pemain. "Dia luar biasa. Saya tidak lebih memilih ini, tapi dia melakukannya. Dia punya kepercayaan diri, dia ingin menang," kata Flick.
Fenomena 'kampanye' Ballon d'Or oleh pemain memang relatif baru. Beberapa tahun lalu, award ini nyaris tidak dibicarakan hingga malam penganugerahan. Kini, perburuan Ballon d'Or mendominasi perbincangan sepak bola sepanjang musim, meski tidak membawa hadiah uang.
Dampaknya bagi masyarakat jelas: narasi sepak bola bergeser dari sekadar prestasi tim menjadi drama individu yang membuat liga dan kompetisi lebih menarik untuk diikuti. Bagi penggemar di Indonesia, persaingan Yamal-Mbappe-Kane ini akan menjadi tontonan tersendiri menjelang malam penganugerahan.