Jakarta - Penyerang Manchester City, Erling Haaland, menjadi sorotan setelah meminta dirinya digantikan saat Norwegia menelan kekalahan 2-1 dari Portugal di ajang UEFA Nations League, Senin (9/9) dini hari WIB. Momen ini memicu kekhawatiran baru mengenai kondisi fisik sang bomber jelang jadwal padat bersama klubnya.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, mengungkapkan bahwa Haaland terlihat pincang sebelum ditarik keluar pada menit ke-67. Meski tidak menyebut adanya cedera spesifik, Solbakken mengakui bahwa ia sempat melakukan pembicaraan serius dengan pemainnya tersebut terkait beban kerja yang dinilai sudah melewati batas wajar.
"Dia sangat lelah melawan Wales. Itu sebabnya kami berbicara dari hati ke hati kemarin," ujar Solbakken dikutip dari media Norwegia. "Dia mungkin hanya bermain 45 menit terakhir melawan Portugal. Itu sempat didiskusikan. Tapi dia memiliki perasaan yang sangat buruk tentang hal itu... Saya sangat senang dia bisa memberikan 60 menit yang bagus."
Keputusan Haaland menarik diri ini menjadi pukulan telak bagi Norwegia yang gagal meraih poin penuh. Lebih lanjut, situasi ini menjadi alarm bagi Manchester City yang tengah berada dalam tekanan besar terkait kasus pelanggaran finansial di Premier League. City sangat bergantung pada ketajaman Haaland, terutama menjelang laga krusial melawan Liverpool akhir pekan ini.
Analisis Dampak: Kelelahan Haaland mencerminkan padatnya jadwal sepak bola modern yang mengorbankan pemain. Bagi masyarakat penggemar sepak bola, ini adalah pengingat bahwa even internasional seringkali berbenturan dengan kepentingan klub, berisiko meningkatkan cedera pemain bintang. Jika Haaland cedera, daya tarik kompetisi bisa menurun, dan performa timnas Norwegia di kancah internasional terancam.