BALAS DENDAM MEMATIKAN IRAN: RUDAL CLUSTER HANTAM ISRAEL - Berita Dunia
← Kembali

BALAS DENDAM MEMATIKAN IRAN: RUDAL CLUSTER HANTAM ISRAEL

Foto Berita

Ketegangan memuncak di Timur Tengah! Setelah kematian kepala keamanan Iran, Ali Larijani, yang dilaporkan dieliminasi Israel pada 17 Maret, Teheran melancarkan serangan balasan mematikan ke jantung Israel. Kali ini, mereka menggunakan rudal cluster, senjata kontroversial yang dikenal sangat berbahaya bagi warga sipil dan memicu kekhawatiran global.

Serangan yang dilancarkan Garda Revolusi Iran (IRGC) semalam suntuk itu menargetkan wilayah Ramat Gan, dekat Tel Aviv. Akibatnya, dua lansia tewas dan beberapa lainnya terluka akibat pecahan proyektil, termasuk kerusakan signifikan pada stasiun kereta api Tel Aviv. Mirisnya, korban tewas tak sempat mencapai ruang aman di rumah mereka karena sirine serangan udara yang diduga berbunyi terlambat, memicu pertanyaan serius tentang sistem peringatan Israel.

Penggunaan rudal cluster ini bukan sekadar aksi balas dendam biasa, melainkan peringatan keras tentang potensi eskalasi konflik yang melibatkan senjata berdaya hancur luas. Rudal jenis ini menyebarkan banyak bom-bom kecil (bomblet) di area yang sangat luas, jauh lebih berbahaya dan merusak dibanding hulu ledak konvensional, terutama bagi warga sipil yang tak berdosa. Ironisnya, Israel sendiri pernah dituduh menggunakan senjata serupa di masa lalu.

Para analis pertahanan menyebut program rudal Iran sebagai yang terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, dirancang untuk memberi Teheran kekuatan udara meski tanpa angkatan udara modern. Program ini juga menjadi titik tekan tuntutan AS dalam negosiasi sebelumnya dengan Iran. Dampak senjata cluster tidak hanya pada kerusakan langsung, namun juga pada bahaya jangka panjang dari bom-bom kecil yang tidak meledak, menjadi ancaman mematikan bagi masyarakat hingga bertahun-tahun kemudian, menggarisbawahi urgensi mitigasi konflik dan perlindungan warga sipil di tengah pusaran geopolitik yang makin panas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook