Serangan udara besar-besaran Rusia pada malam hari kembali melumpuhkan infrastruktur energi Ukraina. Presiden Volodymyr Zelensky melaporkan sedikitnya 600.000 orang di berbagai wilayah kini hidup tanpa aliran listrik. Target utama serangan ini adalah fasilitas energi 'kritis' di Kyiv, wilayah sekitarnya, serta kota Kharkiv di timur laut.
Otoritas darurat Ukraina (DSNS) mencatat tiga orang tewas dan 21 lainnya luka-luka di Kyiv akibat serangan yang menghantam kawasan permukiman warga tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan masif ini menyasar fasilitas komunikasi dan energi yang digunakan militer Ukraina. Moskow juga melaporkan telah menembak jatuh 902 drone Ukraina di wilayahnya, termasuk di Moskow dan Crimea.
Angkatan Udara Ukraina merinci Rusia meluncurkan 39 rudal balistik dan jelajah serta 128 drone dalam semalam. Sebanyak 4 rudal dan 115 drone berhasil ditembak jatuh. Situasi ini menjadi ironi menyusul klaim Presiden AS Donald Trump pada Minggu lalu yang menyatakan telah terjadi 'gencatan senjata energi' antara Rusia dan Ukraina. Zelensky menegaskan Ukraina siap menghentikan serangan ke kilang minyak Rusia jika Moskow melakukan hal yang sama, namun Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai gencatan senjata hanya akan memberi waktu bagi Eropa untuk memasok senjata baru ke Ukraina.