PULUHAN RIBU EKSODUS! PAKISTAN BANTAH OPERASI MILITER. - Berita Dunia
← Kembali

PULUHAN RIBU EKSODUS! PAKISTAN BANTAH OPERASI MILITER.

Foto Berita

Kondisi di Tirah, sebuah kawasan terpencil di barat laut Pakistan yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, sedang mencekam. Puluhan ribu penduduknya, sebagian besar wanita dan anak-anak, harus meninggalkan rumah mereka. Data terakhir menyebutkan sekitar 70.000 orang sudah terdaftar sebagai pengungsi dari total 150.000 populasi Tirah.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, tampil ke publik dengan pernyataan yang membantah keras adanya operasi militer yang sedang berlangsung atau direncanakan di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, tempat Tirah berada. Dalam konferensi pers di Islamabad, ia justru menuding cuaca ekstrem sebagai biang keladi pengungsian massal ini. Namun, pernyataan ini sangat bertolak belakang dengan kesaksian warga di lapangan yang mengaku terus dihantui ketakutan akan operasi militer skala besar.

Kabar pengungsian ini sendiri sudah mulai merebak sejak Desember tahun lalu, kala pengumuman dari masjid-masjid mendesak warga untuk mengosongkan Tirah hingga 23 Januari. Situasi ini mengingatkan pada kampanye militer Agustus lalu di distrik Bajaur yang juga membuat ratusan ribu orang terpaksa mengungsi. Tak hanya itu, juru bicara pemerintah provinsi, Shafi Jan, secara terbuka menyalahkan pemerintah federal atas penderitaan para pengungsi, menuduh Islamabad plin-plan terkait kebijakan operasi militer. Kepala Menteri Khyber Pakhtunkhwa, Sohail Afridi, bahkan tegas menentang intervensi militer dan berjanji akan mencegah operasi skala penuh di Tirah.

Di sisi lain, militer Pakistan tetap bersikeras akan melanjutkan operasi intelijen terarah terhadap Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP). Mereka menuding banyak pejuang TTP mencari perlindungan di Afghanistan sejak Taliban Afghanistan kembali berkuasa pada 2021, lalu menyeberang ke Tirah dan menjadikan warga sipil sebagai perisai manusia saat serangan. Kesaksian seorang pengungsi bernama Zar Badshah, 35 tahun, menambah daftar panjang ketegangan ini. Ia bercerita, ledakan mortir di desanya baru-baru ini menewaskan seorang wanita dan melukai empat anak-anak. Kelompok minoritas Sikh juga tak luput dari dampak konflik dan cuaca ekstrem ini, mereka terpaksa mengungsi akibat kelangkaan makanan yang diperparah hujan salju lebat.

Penanganan pengungsi juga tak luput dari masalah. Ratusan orang antre di sekolah pemerintah Bara untuk mendaftar dan mendapatkan bantuan, namun banyak yang mengeluhkan lambatnya proses. Tenggat waktu pendaftaran yang semula 23 Januari kini diperpanjang hingga 5 Februari, dengan janji bahwa warga bisa kembali jika situasi keamanan membaik. Peristiwa ini bukan yang pertama kali menarik perhatian nasional. September lalu, sebuah ledakan di fasilitas yang diduga pabrik bom di Tirah menewaskan setidaknya 24 orang. Pihak berwenang mengklaim sebagian besar korban adalah anggota TTP, namun pemimpin lokal membantah dan menyebut korban sipil, termasuk wanita dan anak-anak, juga berjatuhan. Ketidakjelasan dan narasi yang berbeda dari berbagai pihak ini kian memperkeruh situasi di lapangan, membuat masyarakat di Tirah harus menanggung beban ganda antara ancaman konflik dan ketidakpastian informasi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook