Polandia resmi menahan dua warga negara Turki yang sebelumnya ditangkap di Jerman. Keduanya kini menghadapi tuduhan sabotase terkait insiden kebakaran di stasiun Starlink yang terletak di Polandia bagian tengah.
Insiden ini terjadi sebulan lalu dan diyakini sebagai upaya untuk melumpuhkan layanan internet, termasuk yang digunakan oleh militer Ukraina. Menteri Dalam Negeri Polandia, Marcin Kierwinski, menegaskan bahwa kedua tersangka akan diadili di Polandia karena diduga menjalankan sabotase atas perintah agen intelijen asing.
Pemerintah Polandia tidak ragu menuding Rusia berada di balik operasi ini. Menteri Layanan Khusus, Tomasz Siemoniak, menyatakan bahwa dinas rahasia Rusia semakin sering merekrut individu dari dunia kriminal untuk melancarkan serangan hibrida di Uni Eropa. Kebakaran tersebut menghanguskan sistem kelistrikan dan generator cadangan stasiun, yang sangat krusial bagi komunikasi medan tempur Ukraina.