Pemerintah Italia mengambil langkah tegas dengan mengerahkan 500 tentara ke Milan, pusat keuangan negara itu, menjelang aksi unjuk rasa besar yang diperkirakan memanas pada Sabtu (19/10). Langkah ini diambil setelah demonstrasi pekan lalu berujung ricuh, dengan aksi penjarahan dan bentrokan dengan polisi.
Protes kali ini digerakkan oleh kelompok baru bernama 'October 17 Movement' bersama serikat mahasiswa dan buruh. Mereka menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah sayap kanan Giorgia Meloni dan naiknya biaya hidup. Aksi direncanakan berlangsung di delapan kota besar Italia.
Pihak kepolisian sendiri tidak tinggal diam. Pada Jumat dan Sabtu pagi, polisi melakukan penggerebekan di berbagai kota, termasuk 150 penggerebekan di wilayah Lombardy, untuk mencari pelaku kerusuhan pekan lalu. Sebanyak 271 orang ditangkap, dan mengejutkannya, 220 di antaranya masih di bawah umur. Banyak remaja ini mengaku terprovokasi melalui media sosial TikTok dan Telegram untuk ikut membuat kekacauan.
Pemerintah menuding media sosial sebagai pemicu utama keterlibatan anak muda dalam aksi anarkis. Sementara itu, administrator akun Instagram kelompok protes tersebut, seorang jurnalis lepas berusia 30 tahun, kini tengah diperiksa polisi dengan tuduhan menghasut tindak pidana.