Rumah produksi Married at First Sight (MAFS) Australia kembali diterpa masalah. Kali ini, kepolisian New South Wales (NSW) resmi membuka penyelidikan terkait dugaan penyebaran konten tidak pantas yang melibatkan peserta acara realitas tersebut.
Kepolisian NSW mengonfirmasi bahwa investigasi dimulai setelah adanya laporan resmi pada 24 Agustus lalu. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke kepolisian Australia Barat (WA Police Force) karena terkait yurisdiksi. Meski begitu, pihak WA Police menyatakan belum menerima berkas limpahan tersebut.
Stasiun televisi Channel Nine selaku penyiar mengaku telah mengetahui adanya penyelidikan yang melibatkan rumah produksi Endemol Shine Australia itu. Namun, pihak Endemol Shine belum memberikan komentar resmi terkait perkembangan terbaru ini.
Menurut laporan media industri TV Blackbox, seorang peserta pria melaporkan ke polisi setelah produser diduga membagikan informasi pribadinya kepada pasangan yang dijodohkan di layar kaca. Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi acara tersebut, setelah sebelumnya BBC News mengungkap bahwa peserta tidak diberi tahu tentang rekam jejak hukum pasangan mereka, termasuk kasus narkoba dan kekerasan.
Otoritas pengawas media Australia pun menyebut temuan tersebut sebagai hal yang "serius dan mengganggu". Skandal ini memicu pertanyaan besar soal etika produksi dan perlindungan psikologis para peserta reality show yang kerap mengeksploitasi kehidupan pribadi demi rating.