PROTES GEDOR KYIV TOLAK MENTERI PERTAHANAN DIGANTI - Berita Dunia
← Kembali

PROTES GEDOR KYIV TOLAK MENTERI PERTAHANAN DIGANTI

Foto Berita

Kyiv, Ukraina – Ribuan warga memadati kawasan Teater Nasional Ivan Franko di pusat Kota Kyiv, Kamis (5/9), untuk menolak pemecatan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov. Aksi ini pecah saat parlemen mengesahkan perdana menteri baru di tengah perombakan kabinet yang kontroversial.

Tak hanya di Kyiv, aksi serupa juga dilaporkan terjadi di kota-kota besar lain seperti Lviv, Odesa, dan Dnipro. Para demonstran meneriakkan kata 'Malu!' sambil mengangkat poster bertuliskan 'Rusia Sedang Merayakan'. Lokasi protes di dekat kantor presiden ini menjadi simbolis, mengingat titik yang sama pada Juli lalu menjadi tempat 'protes kardus' yang sukses memaksa Presiden Zelenskyy membatalkan kebijakan yang melemahkan lembaga antikorupsi.

Fedorov, yang dikenal sebagai teknokrat berusia 35 tahun, sebelumnya menjabat menteri transformasi digital. Ia mendapat pujian karena berhasil mereformasi pengadaan alat pertahanan dan memberantas korupsi di Kementerian Pertahanan. Di bawah kepemimpinannya, Ukraina sukses mematikan akses Starlink untuk pasukan Rusia dan meluncurkan program produksi drone dalam negeri secara massal.

Namun, langkah reformasi yang cepat itu disebut-sebut membuatnya memiliki banyak musuh di kalangan elit politik dan militer. Kritik juga datang karena ia dinilai lambat dalam mereformasi sistem rekrutmen militer yang selama ini bermasalah. Presiden Zelenskyy sendiri mengakui adanya ketegangan antara Fedorov dengan pejabat lainnya, dan menekankan perlunya kesatuan komando antara Kementerian Pertahanan dan pimpinan militer.

Sebagai bagian dari perombakan, parlemen menyetujui Sergiy Koretsky, bos perusahaan energi negara Naftogaz, sebagai perdana menteri baru. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko dikabarkan akan menggantikan Fedorov sebagai Menteri Pertahanan. Koretsky dikenal sebagai sosok yang berhasil membawa Naftogaz melewati musim dingin penuh krisis akibat serangan Rusia ke infrastruktur energi. Tugas utamanya kini adalah memastikan perlengkapan penuh bagi pasukan Ukraina.

Analisis: Protes ini menunjukkan keretakan serius antara publik yang mendukung reformasi cepat dengan lambatnya birokrasi perang di Ukraina. Pergantian ini berpotensi memperlambat inovasi teknologi militer yang menjadi andalan Ukraina, sekaligus menjadi ujian bagi Presiden Zelenskyy untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan perang dan tekanan politik dalam negeri.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook