DUNIA KACAU, PEP GUADIOLA TOLAK DRAMA RIVALITAS KLUB? - Berita Dunia
← Kembali

DUNIA KACAU, PEP GUADIOLA TOLAK DRAMA RIVALITAS KLUB?

Foto Berita

Menjelang final Piala Liga Inggris yang mempertemukan dua raksasa, Manchester City dan Arsenal, pelatih The Citizens, Pep Guardiola, sukses bikin kaget publik. Bukannya perang urat saraf atau mind games dengan rival lamanya, Mikel Arteta, Pep justru menolak keras membahas rivalitas. Alasannya? Situasi dunia yang ia sebut sedang 'menuju keruntuhan' alias kacau balau.

Guardiola dengan tegas menyatakan pada Jumat lalu bahwa di tengah kekacauan global, membahas 'drama taktik' atau 'dark arts' โ€”istilah yang sempat mencuat dari insiden September 2024โ€” adalah hal yang sia-sia. Baginya, ada hal yang jauh lebih penting ketimbang perseteruan di lapangan hijau, apalagi sampai 'mengungkit-ungkit' lagi insiden lama yang melibatkan kritikan dari Bernardo Silva, John Stones, hingga Kyle Walker (yang kini sudah tak di City) terhadap taktik Arsenal yang dianggap terlalu memecah ritme permainan.

Menariknya, di tengah upaya meredakan tensi, Pep justru melayangkan pujian setinggi langit untuk Arsenal. Ia menyebut tim asuhan Arteta sebagai skuad yang "luar biasa" dan memiliki "solidaritas" tinggi. Buktinya, Arsenal kini memimpin Liga Premier dengan selisih sembilan poin dan masih berkompetisi di perempat final Liga Champions serta Piala FA. Sebuah tantangan besar, kata Pep, untuk menguji level permainan City.

Di sisi lain, Mikel Arteta sendiri mengakui bahwa hubungannya dengan Guardiola 'harus' berubah seiring rivalitas kedua tim yang semakin memanas. Namun, ia menegaskan bahwa rasa hormat dan inspirasi yang ia dapat dari Pep, mentornya sejak lama, tidak akan pernah luntur. Pengakuan ini menunjukkan sisi lain dari persaingan yang ketat, bahwa profesionalisme dan respek tetap ada.

Pernyataan Guardiola ini jelas bukan sekadar menghindari drama. Ini adalah refleksi atas kondisi dunia yang memang sedang dilanda berbagai krisis, mulai dari konflik geopolitik hingga isu lingkungan. Dengan mengaitkan sepak bola dengan isu global, Pep seolah ingin memberikan perspektif yang lebih luas, bahwa di tengah hiruk pikuk, fokus pada esensi pertandingan dan kemanusiaan jauh lebih penting. Sebuah langkah strategis yang patut diacungi jempol, tidak hanya untuk meredakan tensi, tetapi juga untuk menunjukkan kematangan dan kesadaran sosial seorang pelatih kelas dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook