Insiden maut kembali menghantui perkeretaapian Mesir. Sebuah kereta penumpang yang melaju dari Kairo menuju Aswan mengalami anjlok dan terguling di distrik al-Ayyat, Provinsi Giza, pada Minggu (13/10). Kecelakaan ini terjadi setelah kereta lain yang tengah melintas dari arah Giza-Fayoum menabrak bagian belakang kereta tersebut.
Kementerian Kesehatan Mesir mengonfirmasi bahwa sedikitnya 7 orang meninggal dunia dan lebih dari 112 penumpang mengalami luka-luka. Tim penyelamat darurat langsung dikerahkan ke lokasi, melibatkan lebih dari 70 ambulans untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Otoritas Kereta Api Nasional Mesir (ENR) juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan puing-puing dan memulihkan jalur yang terganggu.
Yang membuat miris, distrik al-Ayyat bukanlah lokasi pertama untuk tragedi serupa. Kawasan ini tercatat sebagai lokasi bencana kereta api terburuk dalam sejarah Mesir pada 2002 silam, di mana lebih dari 370 orang tewas dalam insiden kebakaran kereta. Meskipun pemerintah telah menggelontorkan miliaran dolar untuk modernisasi infrastruktur dalam satu dekade terakhir, jaringan kereta api yang menjadi tulang punggung transportasi 110 juta penduduk Mesir ini masih menghadapi tantangan besar terkait keselamatan dan pembaruan armada.