Houston, TX - Wali Kota Houston, John Whitmire, resmi mengeluarkan perintah eksekutif yang membatasi kerja sama kepolisian setempat dengan Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE). Kebijakan ini menjadi angin segar bagi komunitas imigran di kota terpadat di Texas tersebut, meskipun menuai sorotan terkait dinamika politik lokal.
Inti dari peraturan baru ini adalah perubahan prosedur penegakan hukum. Kepolisian Houston kini hanya diperbolehkan menghubungi ICE jika seseorang ditangkap karena tindak pidana yang berpotensi hukuman penjara. Kasus pelanggaran lalu lintas ringan atau surat perintah imigrasi administratif tidak lagi menjadi alasan untuk merujuk seseorang ke otoritas federal.
Langkah ini membalikkan kebijakan sebelumnya yang diterapkan Whitmire pada April lalu di bawah tekanan Gubernur Greg Abbott. Saat itu, Abbott mengancam akan mencabut dana bantuan keamanan publik sebesar 110 juta dolar AS jika kota tersebut membatasi kerja sama dengan ICE. Namun, dengan pergantian kepemimpinan di tingkat negara bagian setelah kemenangan Partai Demokrat, Whitmire merasa langkah ini sejalan dengan interpretasi hukum yang baru.
"Kami melakukan ini untuk memulai proses penyembuhan," ujar Whitmire kepada wartawan, Jumat (14/11), menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan mengurangi rasa takut dan kecemasan warga, terutama para pekerja dan pelajar.
Data dari Houston Chronicle menunjukkan lonjakan drastis interaksi antara polisi dan ICE sepanjang tahun 2025, mencapai 107 kali dalam delapan bulan pertama, jauh dibandingkan hanya sembilan kali sepanjang tahun 2024. Insiden penembakan warga lama Houston, Lorenzo Salgado Araujo, oleh agen ICE pada Juli lalu turut memicu tekanan publik terhadap kebijakan imigrasi yang keras.
Kelompok hak asasi imigran, FIEL Houston, menyambut baik keputusan ini. Direktur Eksekutif Cesar Espinosa menyebutnya sebagai kemenangan bagi kota, meskipun ia menilai kebijakan ini sudah terlambat. "Hari ini Houston menang. Hari ini komunitas kami bisa bernapas lebih lega," ujarnya. Langkah Houston ini diperkirakan akan diikuti oleh kota-kota lain seperti Austin yang tengah mengkaji ulang kebijakan serupa.