Dugaan baru yang mengejutkan muncul terkait kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Sekelompok pakar independen dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) baru-baru ini menyatakan, kekejaman yang dilakukan Epsteināyang melibatkan banyak perempuan dan anak perempuanāmemiliki skala dan jangkauan transnasional yang begitu parah, sehingga bisa memenuhi definisi hukum sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pernyataan ini muncul setelah jutaan berkas pemerintah Amerika Serikat terkait penyelidikan pidana Epstein dirilis ke publik. Para pakar PBB melihat dokumen-dokumen tersebut menggambarkan kisah dehumanisasi, rasisme, dan korupsi yang sistematis. Mereka menekankan, semua tuduhan dalam "Berkas Epstein" bersifat sangat serius dan memerlukan investigasi independen, menyeluruh, dan imparsial. Terlebih, para pakar curiga ada "jejaring kriminal global" di baliknya, melibatkan tokoh-tokoh terkemuka di bidang politik, bisnis, sains, dan budaya.
Namun, proses pembukaan berkas ini tidak berjalan mulus. Dari perkiraan 6 juta lebih dokumen, hanya sekitar 3,5 juta halaman yang dirilis pada 30 Januari lalu, setelah UU Transparansi Berkas Epstein disahkan November tahun lalu. Banyak pihak mengkritik rilis ini tidak lengkap dan penuh sensor. Sensitivitas kasus ini semakin meningkat karena redaction (penghapusan informasi) yang tebal dalam berkas tersebut dinilai melindungi identitas tokoh-tokoh berpengaruh yang mungkin terlibat. Kondisi ini membuat para korban merasa kembali trauma dan keadilan terasa jauh.
Jeffrey Epstein sendiri meninggal bunuh diri di penjara pada tahun 2019 saat menghadapi dakwaan federal, setelah sebelumnya hanya menjalani 13 bulan hukuman dari kesepakatan pembelaan pada tahun 2008 atas kasus prostitusi anak dan perdagangan seks. Sementara itu, mantan kekasihnya, Ghislaine Maxwell, telah divonis lebih dari 20 tahun penjara atas perannya dalam skema perdagangan seks tersebut. Keterlibatan banyak nama besar dan kurangnya transparansi penuh dalam berkas-berkas ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai akuntabilitas para elit dan sejauh mana keadilan dapat ditegakkan dalam kasus sekompleks ini. Masyarakat menantikan investigasi yang benar-benar independen untuk mengungkap seluruh kebenaran tanpa pandang bulu.