Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara (Korut) kembali memamerkan fasilitas produksi bahan bakar bom nuklir terbarunya. Pemimpin Kim Jong Un menyebut perluasan ini krusial karena ancaman keamanan yang memburuk dan konfrontasi jangka panjang dengan 'musuh paling buas'.
Dalam kunjungan ke pabrik pada Kamis (12/9), Kim mengklaim kapasitas produksi bahan nuklir tingkat senjata saat ini sudah dua kali lipat dibanding lima tahun lalu. Hal ini diungkap media pemerintah, Korean Central News Agency (KCNA).
Kim juga menegaskan kebijakan negaranya untuk terus meningkatkan pencegahan nuklir. Ia mendapat pengarahan tentang proses produksi baru dengan teknologi lebih canggih serta target produksi ke depan.
Foto yang dirilis KCNA memperlihatkan Kim berjalan di lorong sempit yang dipenuhi deretan pipa perak. Menurut analis, langkah ini jadi sinyal keras bahwa denuklirisasi tak akan mungkin terjadi, apalagi di tengah potensi diplomasi dengan AS dan China.
Pendiri situs NK News, Chad O'Carroll, menduga kunjungan ini terkait rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Pyongyang. "Logikanya, mereka ingin menunjukkan bahwa denuklirisasi benar-benar mustahil, tepat sebelum kontak dengan China," ujarnya.