Seorang pakar kebijakan luar negeri terkemuka, Trita Parsi dari Quincy Institute, mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Parsi mendesak Trump untuk segera 'mengambil kembali kendali kemudi' dari Israel dalam menghadapi potensi konflik dengan Iran. Menurutnya, Amerika Serikat tidak boleh membiarkan Israel mendikte atau mengendalikan arah kebijakan perang terhadap Iran. Lebih lanjut, Parsi juga menekankan pentingnya bagi negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Iran untuk membangun koeksistensi demi stabilitas regional.
Pernyataan ini menyoroti kekhawatiran akan pengaruh berlebihan yang mungkin dimiliki sekutu terhadap kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah. Analis menilai, desakan ini muncul di tengah ketegangan yang terus memanas antara AS dan Iran, serta peran Israel yang signifikan dalam dinamika tersebut. Jika Trump tidak segera mengambil alih kendali, dikhawatirkan kebijakan AS akan lebih cenderung mengarah pada konfrontasi yang mungkin tidak sejalan dengan kepentingan strategis jangka panjang Washington, serta berpotensi memperparah krisis di kawasan. Parsi menyarankan jalan damai melalui koeksistensi sebagai solusi jangka panjang, yang bisa mengurangi potensi eskalasi militer dan mempromosikan dialog regional.