ITALIA MEMANAS: BURUH DAN MAHASISWA TURUN KE JALAN - Berita Dunia
← Kembali

ITALIA MEMANAS: BURUH DAN MAHASISWA TURUN KE JALAN

Foto Berita

Gelombang unjuk rasa besar-besaran melanda Italia. Puluhan ribu mahasiswa dan serikat pekerja turun ke jalan di puluhan kota pada Jumat lalu, menyuarakan penolakan terhadap lonjakan biaya hidup, tuntutan investasi pendidikan, dan desakan damai untuk konflik di Timur Tengah.

Aksi yang berlangsung di Roma, Milan, dan Napoli ini mendapat pengawalan ketat aparat. Pemerintah koalisi kanan-tengah pimpinan Giorgia Meloni memperketat keamanan di titik-titik vital, termasuk kawasan Colosseum Roma dan Katedral Milan, guna mengantisipasi kericuhan susulan seperti yang terjadi di beberapa negara Eropa belakangan ini.

Meski demikian, bentrokan kecil sempat pecah antara demonstran dan polisi anti-huru-hara di Turin saat aksi baru dimulai. Selain itu, serikat pekerja USB juga menyerukan mogok kerja umum yang diikuti pengemudi truk, taksi, hingga petani. Mereka menuntut penurunan harga bahan bakar dan menolak kenaikan anggaran belanja militer.

Dalam pernyataan bersama dengan serikat pekerja dari Prancis, Yunani, Spanyol, Turki, dan Maroko, mereka menegaskan agar pelabuhan tidak dijadikan jalur logistik senjata dan militer. "Pelabuhan tidak boleh digunakan untuk mengangkut senjata, amunisi, peralatan militer, dan tentara. Pekerja pelabuhan tidak bekerja untuk perang!" tegas pernyataan tersebut.

Menanggapi hal ini, pemerintah Italia pekan lalu telah menyetujui paket bantuan senilai 175 juta euro atau sekitar Rp3 triliun untuk pengemudi truk, petani, dan nelayan yang terdampak lonjakan harga bahan bakar imbas perang di Timur Tengah. Pemerintah juga tengah membahas rancangan anggaran 2027 yang mencakup bonus tahunan 2.500 euro bagi pekerja di bawah usia 30 tahun.

Perdana Menteri Giorgia Meloni berharap kebijakan ini bisa menjawab aspirasi anak muda yang merasa negara tidak peduli. Namun, ia menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak ditujukan bagi mereka yang melakukan aksi anarkis seperti perusakan fasilitas umum.

Analisis Dampak: Situasi ini mencerminkan tekanan ekonomi global yang nyata di tingkat akar rumput. Kenaikan harga pangan, energi, dan transportasi sebesar 68 persen sejak tahun 2000 silam, berbanding terbalik dengan penurunan upah rata-rata hampir 5 persen, menjadi pemicu utama kemarahan publik. Bagi masyarakat Indonesia, dinamika ini menjadi cermin bahwa ketahanan pangan dan energi adalah kunci stabilitas sosial. Ketegangan antara pemerintah dan buruh di Eropa juga bisa berdampak pada rantai pasok global dan fluktuasi harga komoditas yang berimbas ke pasar domestik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook