Brussels, Belgia – Aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, kembali menunjukkan aksinya. Namun kali ini, ia tidak bicara soal lingkungan. Bersama sekitar 100 pengunjuk rasa lainnya, Greta turun ke jalan di pusat kota Brussels pada hari Sabtu untuk mengecam kebijakan Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Mereka menuntut Uni Eropa segera memblokir penjualan produk-produk berlabel Israel yang ternyata diproduksi di pemukiman ilegal di wilayah pendudukan Palestina. Aksi ini digelar dengan semangat solidaritas terhadap gerakan Flotilla, yang selama ini vokal menyuarakan boikot terhadap produk-produk tersebut.
Greta, yang dikenal dengan aksi 'School Strike for Climate', kini memperluas gerakannya ke isu kemanusiaan. Kehadirannya dianggap mampu menarik perhatian media global lebih besar terhadap konflik yang sering terlupakan ini. Analisis: Aksi ini bisa memicu gelombang baru boikot produk Israel di Eropa. Jika Uni Eropa merespons, tekanan ekonomi terhadap pemukiman ilegal akan semakin besar. Ini juga menunjukkan bahwa aktivis muda sekarang tidak lagi fokus pada satu isu, tapi melihat keterkaitan antara krisis iklim, ketidakadilan, dan penjajahan.